logo
Kategori
Pendaftaran Website Penghasil Uang
image

Kenapa harus SITEKNO ? Banyak cara yang bisa digunakan untuk meraup keuntungan lewat internet, disini kita akan bahas Cara utamanya yaitu Anda Harus mempunyai Website atau Blog sebagai media untuk meraih keuntungan, dengan website atau blog anda bisa memasarkan produk atau jasa anda di manapun dan kapanpun selama komputer Anda tersambung dengan internet.

Rp 675.350.000,-
image

Anda ingin tahu bagaimana Joko Susilo dengan Formula Bisnis nya mendapatkan profit besar Rp 675.350.000,- hanya dengan menjual informasi sederhana melalui internet! Klik Disini

Bebaskan Pikiranmu
Membangun Usaha Pulsa
image

Jadikan Handphone mu sebagai aset bukan liabilitas. Dapat pulsa gratis, bonus cash, harga jual pulsa lebih bersaing. Tunggu apalagi Klik Disini

Site Info

Membuat Website Semudah Ms. Word
image

Jika anda bisa mengetik dengan menggunakan Ms. Word berarti anda bisa membuat Website. Mudah bukan..Tentukan nama domain anda sekarang juga! dan dapatkan penghasilan melimpah hanya dengan memiliki Website. Tunggu apalagi,Daftar Sekarang Juga!

Time & Date

Iklan Bombastis

Meraup Keuntungan Dari Internet
image

Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet... Hanya Jika Anda Tahu Caranya! Bisnis $

ADVERTISE


RSS Feeds

Upaya Meningkatkan Wawasan Kebangsaan Melalui Pendidikan

image

Oleh  Brigjen TNI Bibit Santoso, S.IP, MH

Wawasan kebangsaan saat ini, menurut Laksda TNI (Purn) Koesnadi Kardi waktu beliau menjabat Kabagdiklat Dephan adalah sudah sangat menurun di berbagai kehidupan masyarakat baik di lingkungan pendidikan, pemukiman masyarakat maupun di lingkungan kerja. Hal ini tercermin dengan rendahnya kinerja masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Untuk itu sudah saatnya semua komponen bangsa peduli dalam meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat. Hal ini dapat diupayakan melalui pendidikan kebangsaan baik di lingkungan pendidikan formal maupun informal.pendidikan di lingkungan pemukiman maupun pendidikan di lingkungan kerja. Namun barangkali akan timbul resistensi dari masyarakat maupun media massa karena di khawatirkan seperti jaman Orde Lama.


Oleh karena itu masyarakat harus menyadari pentingnya meningkatkan wawasan kebangsaan untuk masa-masa mendatang karena kalau tidak di lakukan maka akan semakin timbul degradasi dalam National and Character Building dan  bangsa Indonesia tinggal saat-saat kehancurannya saja bilamana tidak di lakukan serta tidak perlu malu-malu lagi seperti yang dilakukan di  jaman Orde Lama walaupun metodenya harus diperbaiki tidak seperti di masa yang lalu yang syarat dengan doktriner bukan menerima pendidikan kebangsaan dengan secara kesadaran.

Dari berbagai kalangan mengatakan bahwa dewasa ini kecintaan dan kebanggaan kepada bangsa dan tanah air Indonesia semakin memudar, bahkan rasa Nasionalisme dikhawatirkan bisa lenyap seiring dengan semakin modernnya suatu negara.

Bahkan ada seorang ilmuwan politik dari Amerika Serikat di era 80 an bernama Ian Adam berpendapat bahwa hasrat untuk bersatu sebagai bangsa hanyalah salah satu tahap untuk menuju sebuah negara modern yang liberal dan demokratis.

Dimana kepentingan-kepentingan yang lebih pragmatik dan individual akan lebih mendominasi corak kehidupan masyarakat dibanding kebutuhan akan penegasan diri dalam sebuah identitas nasional, dengan menguatnya politik identitas dimana orang mengindentifikasi diri tidak lagi dengan sebuah bangsa melainkan dengan sebuah etnis atau agama tertentu.

Contoh di negara Uni Soviet satu persatu negara bagian Uni Soviet tersebut melepaskan diri dan menjadi Negara merdeka berdasarkan kesamaan etnis dan agama.  Lalu  bagaiman  dengan NKRI ? beberapa daerah seperti Papua, Aceh dan Maluku masih ada kelompok separatis, bahkan mereka sudah tidak malu-malu lagi menyatakan ingin memisahkan diri dari NKRI. Meskipun pernyataan ingin memisahkan diri dari NKRI hanya dari kelompok tertentu saja, tapi bila tidak ditangani secara serius dan profesional bisa menjadi suatu kenyataan bahwa Indonesia akan terpecah belah seperti Uni Soviet.

Apalagi hasrat untuk bersatu sebagai bangsa telah hilang ketika diterpa gelombang globalisasi, pada permasalahan ini lalu orang akan mempertanyakan bagaimana hubungan Nasionalisme, manakalah batas-batas wilayah Negara menjadi semakin kabur dan tidak jelas dan Negara-negara terpaksa masuk  menjadi anggota sebuah masyarakat tak terbatas pula  karena hal ini diakibatkan dari tuntutan pasar bebas dan liberalisasi ekonomi.   Dalam konteks ini, apakah rasa Nasionalisme bangsa Indonesia juga akan pudar ?

Pertanyaan ini masih sangat relevan untuk dipertanyakan karena saat ini bangsa Indonesia mengalami degradasi  rasa Nasionalisme. Salah satu contoh ada kemerosotan  dalam masalah loyalitas  kepada lambang-lambang Negara.

Dulu kita setiap hari Senin  melaksanakan upacara pengibaran an bendera merah putih, namun sekarang kondisinya  sudah berbeda. Bahkan dikantor-kantor  pemerintah/pemerintah sudah lenyap tradisi tersebut  hanyalah institusi dari TNI dan Polri. Oleh karena itu marilah kita tingkatkan  rasa nasionalisme dan gelorakan kembali tradisi penghormatan  kepada lambang-lambang negara dengan menumbuhkan  kembali semangat       kebersamaan dan senasib  sepenanggungan, jika hal tersebut dibangkitkan kembali oleh seluruh komponen  bangsa, maka rasa Nasionalisme  bangsa Indonesia tidak akan lenyap sebagaimana yang dikhawatirkan  oleh berbagai kalangan. (Surat pembaca di Koran Kompas tanggal, 6 Desember 2008 oleh sdr. Bambang Sutiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara)

Wawasan Kebangsaan Saat ini

Hingga sekarang ini Wawasan Kebangsaan Nusantara didefinisikan  sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap  diri dan tanah airnya. Hasil pandangan itu merumuskan bahwa negara Indonesia itu merupakan negara kepulauan yang mempunyai kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial budaya, kesatuan system pertahanan dan keamanan, serta segala macam aspek kehidupan  yang serba satu.

Cara pandang suatu bangsa mengenai tanah airnya (geografi) dan mencoba untuk menguasainya. Dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal dengan nama geopolitik dan cara-cara untuk memanfaatkan geografinya itu untuk kesejahteraan dan keamanan  warga negaranya serta keutuhan negaranya, dibahas  dalam geostrategi.

Kondisi nyata di lapangan  bahwa masyarakat wawasan kebangsaannya masih rendah hal ini tercermin dari aktivitas masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dilihat dari sudut ilmu pengetahuan bahwa konsep wawasan nusantara itu dapat dikatakan  konsep geopolitik dan geostrategi  Indonesia. Sebagian lagi mengatakan wawasan nusantara atau disebut wawasan kebangsaan Indonesia. Kalau itu memang suatu konsep ilmu pengetahuan, maka ia terbuka untuk diuji kebenarannya, bahkan dapat dipertanyakan  sampai pada landasan  filsafat  apa yang mendasari  konsep wawasan nusantara itu.

Dalam sejarah perkembangan  ilmu pengetahuan, suatu konsep akan dapat bertahan hidup langgeng, apabila ia bertumpu pada filsafat hidup kemanusiaan, bahkan lebih lanjut bertumpu  kepada filsafat kemanusiaan, yakni pada hakikatnya manusia itu itu dilahirkan  bebas. Filsafat Pncasila, semua sila-silanya  bertumpu pada filsafat keagamaan, keteraturan, adalah ciri kemanusiaan. Lihatlah konsep komunis (sama rata sama rasa) tak dapat bertahan lama, karena konsep ini pada hahikatnya menolak filsafat kemanusiaan  yang bebas dan beragam. 

Keragaman adalah kenyataan dari suatu kehidupan. Konsep komunis yang menolak kebebasan dan keragaman adalah tidak dapat bertahan lama, rontok setelah kurang lebih delapan puluh tahun. Uni soviet dalam bidang ekonomi misalnya sangat sentralistik  (central planning menurut  keseragaman, bukan keragaman). Kondisinya saat ini sudah sangat  memprihatinkan  dengan indikasi yang dapat dilihat secara nyata di berbagai  media cetak dan elektronik sehari-hari. Saat ini tidak ada lagi suatu pendidikan wawasan kebangsaan seperti penataran P4 di masa Orde Baru dan ini sudah berjalan  cukup lama, otomatis akan menurunkan wawasan kebangsaan masyarakat.

Apabila wawasan nusantara sebagai suatu konsep  mampu diuji kebenarannya menurut kaca mata ilmu pengetahuan/filsafat, maka ia harus tunduk  pada hukum  yang menjadi sifat manusia dan alam semesta. Wawasan nusantara seyogianya  adalah cara pandang  bangsa Indonesia terhadap diri dan tanah  airnya  sebagai negara kepulauan  dengan segala  aspek kehidupan  yang beragam. Lihatlah fauna can floranya  di kepulauan Indonesia  beragam, sosial budayanya beragam. Karena wawasan  itu adalah  cara pandang, berarti  ia hanyalah  merupakan  visi. 

Suatu visi biasanya  memuat hal-hal yang bersifat umum dan kualitatif. Dari visi itu kita mempunyai  misi kemudian  objectives sampai pada strategi dan action plan. Jadi suatu visa harus disadari  oleh setiap bangsa  Indonesia,dan dapat dipertanggungjawabkan  secara ilmiah, maka dapat dikatakan  wawasan nusantara  adalah cara pandang bangsa Indonesia  mengenai diri  dan tanah airnya  sebagai Negara kepulauan  dengan semua aspek  kehidupan  yang beragam. Untuk itu perlu pendidikan  penataran dan pelatihan  yang terencana, bertahap dan berlanjut guna mempertahankan  kondisi  yang sama bahkan meningkat di masa mendatang.

Pengaruh Lingstra
    
Pengaruh globalisasi seperti akibat kemajuan dalam bidang telekomunikasi, traveling, transfortasi dan media cetak maupun elektronik telah merubah tata kehidupan masyarakat Indonesia sehingga wawasan kebangsaan masyarakat dapat menurun akibat pengaruh-pengaruh tersebut seperti akibat menonton film dalam televisi yang berbau pornografi, kebebasan berpendapat dan tayangan-tayangan yang lain.

Pemerintah telah mengambil kebijaksanaan untuk memanfaatkan trend globalisasi melalui serangkaian kebijaksanaan deregulasi di bidang perijinan usaha, penanaman modal, pendirian kawasan industri swasta, pengenaan tarif beaya masuk dan tata niaga. Dengan ditempuhnya kebijaksaan-kebijaksanaan ini maka perusahaan dan unit-unit usaha yang sedang mencari lokasi usaha yang lebih murah dipermudah masuknya ke Indonesia. 

Dengan rangkaian kebijaksanaan tersebut maka disatu pihak lingkungan usaha semakin dirasakan aman dan menguntungkan oleh para pengusaha namun dilain pihak posisi Indonesia sebagai pangkalan produksi untuk eksport semakin mantap. Pemanfaatan arus globalisasi tidak hanya dilakukan dalam lingkup kebijaksanaan nasional tetapi juga telah dilakukan  dengan bekerjasama untuk memanfaatkan global market dengan adanya common investment area dengan Negara-negara tetangga melalui pengembangan berbagai usaha.

Masyarakat Eropa telah selesai menyusun penghapusan hambatan-hambatan teknis perpajakan dan fisik perbatasan terhadap pergerakan bebas orang  modal, barang, dan jasa-jasa antara negara-negara anggotanya. Masyarakat Asia melihat kecendrungan ini kebijaksanaan yang ditempuh adalah meningkatkan kerjasama dengan negara –negara yang dapat berfungsi sebagai pintu masuk pasar-pasar Eropa dan Amerika. Meningkatkan perwakilan  perdagangan dan pusat-pusat pemasaran di luar negeri, membantu dan mendorong perusahaan Indonesia,  meningkatkan upaya pemasaran hasil-hasil produksi regional dengan negar-negara tetangga ( Asean)  dan juga kerjasama ekonomi Asia Pasifik ( Apec) maupun kerjasama-kerjasama yang lain.

Pengaruh Nasional

Akhir-akhir ini pertarungan yang bergejolak setelah perang dingin paham komunisme secara ideologis boleh dikatakan sudah selesai namun masih ada indikasi kegiatannya semakin meningkat. Golongan ekstrim kanan berusaha mendengung-dengungkan Negara dengan syariat Islam yang dimotori oleh Ustd Abu Bakar Baasyir.
    
Kondisi politik Indonesia sudah semakin kondusif namun wacana untuk menarik TNI berpolitik masih ada, namun dengan adanya sinyal untuk tidak berpolitik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Panglima TNI maka kemungkinan kondisi politik masih akan stabil dimasa mendatang namun masih akan bertambah jumlah Parpol yang ada.

Kondisi ekonomi sudah agak stabil dengan indikasi nilai rupiah yang stabil dibanding beberapa tahun yang lalu namun jumlah pengangguran semakin meningkat akibat lapangan kerja yang berkurang dan berbagai bencana yang terjadi akhr-akhir ini yang belum kunjung selesai untuk masa-masa mendatang. Penyebaran kasus flu burung yang semakin meningkat maka akan menimbulkan kondisi ekonomi yang kurang kondusif.
    
Masih adanya perbedaan pendapat tentang masalah pertahanan dan keamanan antara TNI dan Polri yang belum jelas akan menimbulkan berbagai penafsiran dan ketidakpastian dalam waktu mendatang oleh karena itu perlu segera pemerintah mengambil keputusan yang tegas untuk menentukan Polri agar tidak terlibat dalam masalah politik tetapi hanya dalam operasional saja.
    
Stabilitas ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan merupakan peluang yang baik dalam melaksanakan pendidikan wawasan kebangsaan masyarakat termasuk keinginan masyarakat yang merasa  bahwa wawasan kebangsaannya mulai menurun.

Pengaruh globalisasi dan ada resistensi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan wawasan  kebangsaan yang dianggap seperti pola Orde Lama sangat  menjadi kendala dalam pendidikan wawasan kebangsaan.

Diperlukan Pendidikan Kebangsaan

Wawasan kebangsaan masyarakat yang tinggi sangat diperlukan  oleh bangsa Indonesia apabila berkaca pada Negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Korea, Singapura maupun Jepang. Hal ini dapat dilihat bagaimana cara bekerja mereka yang sangat tinggi kinerjanya dibandingkan dengan bangsa Indonseia.

Apabila pendidikan kebangsaan dilakukan secara  teratur dan berlanjut maka akan nampak hasilnya beberapa tahun mendatang dengan indikasi kinerja bangsa Indonesia yang sejajar dengan bangsa lain seperti adanya transparansi, tidak adanya kolusi, korupsi dan nepotisme. Seperti yang sekarang terjadi masih dapat dilihat di media cetak dan elektronik  yang mengemuka dengan adanya kasus-kasus korupsi, kekerasan masyarakat dan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Apabila wawasan kebangsaan sudah tinggi maka hal ini akan tidak terjadi karena adanya rasa nasionalisme yang tinggi, budaya malu, rasa harga diri yang tinggi, dedikasi yang tinggi serta semangat kerja yang tinggi.

Pendidikan wawasan kebangsaan tidak boleh terputus karena akan tidak berlanjutnya kelangsungan  system, metoda dan doktrin yang telah disusun dalam bentuk kurikulum pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah dasar, Sekolah Menengah, Sekolah lanjutan, sampai perguruan tinggi. Kemudian dilanjutkan di  tempat kerja maupun di lingkungan pemukiman. Apabila hal ini dilakukan maka tidak ada celah-celah kekosongan dalam pendidikan wawasan kebangsaan sehingga pendidikan wawasan kebangsaan selalu dilakukan secara terencana, bertahap dan berlanjut secara otomatis.

Mengingat wawasan kebangsaan masyarakat saat ini  rendah dengan berbagai indikasi maka perlu upaya peningkatan wawasan kebangsaan masyarakat melalui pendidikan kebangsaan. Apabila hal ini dilakukan maka akan meningkatkan kualitas kebangsaan masyarakat yang tercermin dengan berbagai hal seperti etos kerja, semangat kerja, tidak adanya pelanggran hukum, tidak ada korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

Pemerintah merupakan subyek yang dominan dalam menyelnggarakan pendidikan kebangsaan guna meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan melaksanakan perencanaan pendidikan, pengorganisasian dalam pendidikan kebangsaan, mengatur kegiatan dalam pendidikan kebangsaan serta mengawasi jalannya pendidikan kebangsaan masyarakat.

Masyarakat sebagai obyek perlu menyiapkan diri dan tidak perlu resistensi terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah karena ini adalah untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia mendatang dalam rangka membentuk national and character building bangsa Indonesia. Hal ini sangat penting agar supaya dipahami oleh bangsa Indonesia.

Metode yang digunakan adalah metode pendidikan, penataran dan pelatihan di masyarakat baik di lingkungan pendidikan, di lingkungan kerja, maupun lingkungan pemukiman. Dengan metode ini maka diharapkan masyarakat akan mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi sehingga timbul kesadaran untuk berbangsa dan bernegara yang lebih baik dari sekarang. Metode ini perlu pula didukung oleh sarana dan prasarasana yang memadai.

Kesimpulan dan Saran

Wawasan kebangsaan saat ini terjadi erosi akibat dari pengaruh lingkungan strategis yang sudah berkembang pesat. Hal ini terlihat dengan adanya berbagai kasus seperti banyaknya remaja yang sudah menggunakan obat-obatan terlarang, kasus-kasus korupsi, kolusi, nepotisme serta pelanggaran hukum lainnya yang setiap hari terlihat di media cetak maupun elektronik.

Untuk itu perlu kiranya segera dilaksanakan pendidikan wawasan kebangsaan masyarakat guna meningkatkan wawasan kebangsaannya sehingga dapat mempertahankan  nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan mampu bertahan walaupun terjadi dampak yang hebat dari pengaruh globalisasi.

Mengingat wawasan  kebangsaan  yang sudah semakin menurun saat ini maka perlu upaya  peningkatan wawasan kebangsaan masyarakat melalui pendidikan, penataran, pelatihan yang direncanakan oleh pemerintah selanjutnya diorganisir dan dilaksanakan kegiatannya serta diawasi pelaksanaannya  baik di lingkungan pendidikan formal maupun informal, lingkungan pekerjaan maupun lingkungan pemukiman.

Perlunya menghidupkan kembali upacara-upacara pengibaran bendera di lingkungan pendidikan, lingkungan kerja seperti apa yang disarankan oleh sdr. Bambang Sutiyono guna meningkatkan wawasan kebangsaan yang sudah semakin menurun dan upaya-upaya lain melalui media cetak maupun elektronik dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan termasuk pelajaran sejarah kepahlawanan yang sudah mulai ditinggalkan di pendidikan sekolah Dasar maupun Menengah.

Written by Hatta Harris Rahman

Sumber : www.madina-sk.com

Thu, 27 Aug 2009 @15:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+9+4

Copyright 2010 mampirngombe All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno